Senin, 20 Juni 2011

TUGAS BDT KEBUN LANJUT


TUGAS BDT PERKEBUNAN LANJUT

1.      Jelaskan menurut anda :
a.       Manfaat tanaman jarak..?
Pada masa Jepang minyak jarak diolah menjadi minyak pelumas persenjataan yang handal, karena sangat kental, Berat jenisnya ± 0,96 dan sangat sukar untuk dilarutkan, sehingga mudah dibedakan dari minyak lain. Sebagian besar produksinya dipergunakan sebagai minyak lumas untuk mesin yang berputar cepat; salah satu keuntungan dari minyak jarak ini adalah bahwa dia tidak menetes, tidak meninggalkan sisa bakar dan tidak larut dalam bensin; sifat-sifat yang besar artinya dalam keperluan penerbangan dan telah memberinya tempat yang tetap disamping minyak- minyak mineral yang telah mendesaknya walaupun daya pelumasnya yang cukup besar.
Selain itu biji Jarak ricinus kaya akan enzyme lipase yang dapat menguraikan lemak dan minyak menjadi asam-asam lemak yang bebas dan glycerin. Asam lemak tersebut dapat dipergunakan oleh pabrik lilin, dan setelah dinetralisir dengan soda atau kalium karbonat (potas), menghasilkan sabun keras atau lunak.
Di perusahaan-perusahaan batik, minyak jarak berperan juga dalam pewarnaan kain katun yang akan diberi warna dengan mengkudu. Bahkan akhir-akhir ini dengan peningkatan harga BBM dimulai penanaman tanaman jarak besar-besaran untuk alternatif lain dari bahan bakar minyak yang dipadukan dengan paket reboisasi lahan kritis sehingga bisa berpengaruh positif bagi perekonomian dan juga kelestarian lahan di seluruh nusantara.

Pengobatan tradisional
1. Sembelit
2. Sembelit pada Anak
3. Ketombe
4. Rematik
5. Menyuburkan Rambut
6. Mengencangkan Payudara
7. Gusi Bengkak
8. Sakit Gigi

b.      Syarat tumbuh tanaman jarak..?
Syarat tumbuh tanaman jarak membutuhkan air 350-500 ml air sepanjang pertumbuhannya.
Disamping faktor air, tanaman jarak ini membutuhkan syarat temperatur 20º-30ºC sepanjang hidupnya, serta ketinggian tempat yang optimal adalah 0-800 m dpl. Keluarnya biji akan sangat berkurang atau minim jika suhu mencapai 40ºC atau lebih.

c.       Budidaya tanaman jarak..?
ü  PERSIAPAN LAHAN
Pemilihan lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanaman jarak ini biasanya memilih tanah yang kurang produktif ataupun kurang pengairan, dan ini biasanya di daerah marginal / kritis, karena tanaman jarak ini tidaklah terlalu membutuhkan syarat-syarat khusus, seperti halnya tanaman perdu lainnya. Pengolahan tanah yang standar adalah pembuatan lubang tanam dengan ukuran 30 cm x 30cm x 30cm dan jarak tanam antar barisan 2-4 meter dan jarak dalam barisan 1-2 meter tergantung varietas yang dipilih. Persiapan tanah yang bisa juga dilakukan adalah membersihkan dari gangguan gulma, terutama akar-akar ilalang yang menghasilkan alelopati / senyawa penghambat tumbuh tanaman lain.

ü  PEMBIBITAN
Biji jarak dapat ditanam 2-3 butir biji perlubang langsung di lahan kemudian pilih tanaman yang terbaik pertumbuhannya untuk dibudidayakan. Pemeliharaan tanaman muda dilakukan dengan menyemprot dengan POC NASA dosis 2-3 tutup per tangki seminggu sekali pada pagi hari.

ü  PEMELIHARAAN
Yang penting diperhatikan adalah tanaman jarak ini mempunyai sifat kurang suka air sehingga kelebihan air (terendam) justru akan merugikan pertumbuhan tanaman, namun jika panas terik berlangsung hingga 3-4 bulan penyiraman perlu sesekali dilakukan untuk menghindari kematian akibat kekeringan. Lakukan penyiangan gulma jika tanaman mulai terganggu baik pertumbuhan bagian atas dalam persaingan terhadap cahaya maupun perakaran yaitu penyerapan hara.

ü  PEMUPUKAN
Untuk pertumbuhan yang baik berikan pupuk dasar yaitu pupuk kandang di samping pupuk anorganik pada saat tanam.
Jenis Pupuk
Dosis (kg/ha)
Waktu Pemupukan
Urea
50
Saat tanam
SP-36
75
Saat tanam
KCl
50
2 minggu setelah tanam
Urea
100
1 bulan setelah tanam

ü  PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT
Tanaman jarak sebenarnya jarang diserang hama ataupun penyakit, namun bisa jadi terserang jika saja kondisi lahan kurang bersih ataupun ada semak yang dapat menjadi inang sementara bagi hama-hama tertentu. Pengendalian hama terpadu yaitu dengan menjaga kebersihan lahan merupakan tindakan preventif yang paling mudah dilakukan sebelum hama menjadi tak terkendali dan merugikan.
Hama yang kadang menyerang tanaman jarak adalah sejenis kutu putih. Tanaman jarak sering tumbuh liar sehingga kutu putih sering menjadikannya inang sementara. Untuk pencegahannya gunakan PESTONA dan PENTANA + AERO 810 secara bergantian.
Disamping kutu putih , jarak juga mungkin diserang ulat yang menyerang daun, yang bisa dicegah dengan PESTONA dan PENTANA + AERO 810 Lakukan penyemprotan dengan PESTONA dan PENTANA + AERO 810 secara bergantian untuk pencegahan , satu minggu sekali disemprotkan merata di atas dan di bawah helai daun
Sebagai pencegahan terhadap penyakit yang disebabkan jamur, sebaiknya sebelum tanam disebarkan 1 pak Natural GLIO ditambah 25-30 kg pupuk kandang dan didiamkan seminggu.

ü  MASA PANEN
Masa berbunga terjadi setelah tanaman berumur sekitar 60-70 hari dan buah mulai dapat dipanen setelah umur tanaman sekitar 100-110 hari, yang biasanya jatuh dimusim panas yaitu bulan Agustus hingga Oktober. Buah yang terlambat panen akan melenting dan berhamburan sehingga disarankan panen harus benar-benar tepat waktu. Produksi yang dapat dicapai sekitar 1-3 ton/ha.

2.      Jelaskan menurut anda :
a.       Manfaat tanaman karet ..?
ü  Lateksnya untuk bahan baku pembuatan aneka barang keperluan manusia,
ü  Tanaman tua ditebang dapat dimanfaatkan batangnya atau diambil kayunya.
ü  Biji karet dapat dimanfaatkan, maka harus diolah terlebih dahulu menjadi konsentrat.
Biji karet Dilihat dari komposisi kimianya, temyata kandungan protein biji karet terhitung tinggi. Dari hasil analisis diketahui kadar proteinnya sebesar 27%, lemak 32,3%, air 3,6%, abu 2,4%, thiamin 450, asam nikotinat 2,5 , karoten dan tokoferol 250, dan sianida sebanyak 330 mg dari setiap 100 g bahan. Selain kandungan proteinnya cukup tinggi, pola asam amino biji karet juga sangat baik. Semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh terkandung di dalamnya.
b.      Syarat tumbuh tanaman karet..?
1.   Tanah
ü  Tanah harus gembur
ü  Kedalaman antara 1-2 meter
ü  Tidak bercadas
ü  PH tanah 3,5 – 7,0
ü  Ketinggian tempat anatara 0 – 400 meter, paling baik pada ketinggian 0 – 200 meter, setiap kenaikan 200 meter matang sedap terlambat 6 bulan.
       2.     Iklim
ü  Curah hujan minimum 1.500 mm pertahun, jumlah hari hujan 100 – 150 hari, curah hujan optimum 2.500 – 4.000 mm.
ü  Tinggi 0-400 m dpl (optimal 200 m)
ü  Suhu optimal 28oC
ü  Sinar matahari 5 jam per hari
c.       Budidaya tanaman karet..?

ü  PERSIAPAN LAHAN

Pengolahan Lahan.

1.       Penebangan dan pembakaran pohon yang ada pada lahan.
2.       Penyacaran lahan dari rumput yang ada.
3.         Pembajakan dengan traktor atau penggarpuan/pencangkulan dilakukan 3 kali, dengan tenggang waktu 1 bula, setelah pembajakan ke 3 lahan dibiarkan 2 minggu baru digaru.

ü  Pencegahan Erosi

1.       Pembuatan teras, baik teras individu maupun teras bersambung di sesuaikan dengan kemiringan lahan.
2.       Pembuatan parit dan rorak, parit dibuat sejajar dengan lereng,saluran drainase memotong lereng dan rorak dibuat diantara barisan.
3.       Pengajiran, untuk menentukan letak tanaman dan meluruskan dalam barisan dengan cara sebagai berikut :
a.       Tentukan arah Timur-Barat (TB) atau  Utara-Selatan (US).
b.      Ukur pada TB jarak 6 meter atau 7 meter  dan 3 meter dari arah US.
4.       Penanaman penutup tanah, kegunaaanya : melindungi tanah dari sinar matahari langsung, erosi,  menekan pertumbuhan gulma, dan sebagai media hidup cacing.

ü  PENANAMAN

1.       Pembuatan lubang tanam dan pengajiran kedua.
2.       Jarak tanam untuk tanah ringan 45X45X30 Cm, untuk tanah berat 60 X 60 X 40 Cm.
3.       Lubang dibiarkan satu bulan atau lebih.
4.       Jenis penutup tanah; Puecaria Javanica, Colopogonium moconoides dan centrosema fubercens,penanaman dapat diatur atau ditugal setelah tanah diolah dan di bersihkan, jumlah bibit yang ditanam 15 – 20 Kg/Ha dengan perbandingan 1 : 5 : 4 antara Pueraria Javanoica : Colopoganium moconoides dan cetrosema fubercens
5.       Penanaman ; bibit ditanam pada lubang tanah yang telah dsiberi tanda dan ditekan sehingga leher akan tetap sejajar dengan permukaan tanah, tanah sekeliling bibit diinjak-injak sampai padat sehingga bibit tidak goyang, untuk stump mata tidur mata menghadap ke sekatan atau di sesuaikan dengan arah angin.

ü  PEMELIHARAAN

1.       Penyulaman
a.       Bibit yang baru ditanam selama tiga bulan pertama setelah tanam diamati terus menerus.
b.      Tanaman yang mati segera diganti.
c.       Klon tanaman  untuk penyulaman harus sama.
d.      Penyulaman dilakukan sampai unsur 2 tahun.
e.      Penyulaman setelah itu dapat berkurang atau terlambat pertumbuhannya.
2.       Pemotongan Tunas Palsu
Tunas palsu dibuang selama 2 bulan pertama dengan rotasi 1 kali 2 minggu, sedangkan tunas liar dibuang sampai tanaman mencapai ketinggian 1,80 meter.
3.       Merangsang Percabangan
Bila    tanaman   2 – 3 tahun    dengan tinggi 3,5 meter  belum  mempunyai    cabang    perlu  diadakan perangsangan  dengan cara :
a.       Pengeringan batang (ring out)
b.      Pembungkusan pucuk daun (leaf felding)
c.       Penanggalan (tapping)
4.       Pemupukan
Pemupukan dilakukan 2 kali setahun yaitu menjelang musim hujan dan akhir musim kemarau, sebelumnya tanaman dibersihkan dulu dari rerumputan dibuat larikan melingkar selama – 10 Cm. Pemupukan pertama kurang lebih 10 Cm dari pohon dan semakin besar disesuaikan dengan lingkaran tajuk.
                                                 Umur
(Bulan)
D o s i s      (gram/pohon)
Urea
Rock Pospat
(Rp)
MOP
Kleresit
Pupuk dasar
2 – 3
7 – 8
12
 18
24
36
48

-
75
75
100
100
250
275
300

200
150
150
175
175
400
400
400

-
50
50
62
62
150
200
200

-
50
50
50
50
100
100
100

ü  PANEN DAN PASCA PANEN
Tanda-tanda kebun mulai disadap :
Umur rata-rata 6 tahun atau 55% dari areal 1 hektar sudah mencapai lingkjar batang 45 Cm sampai dengan 50 Cm. Disadap berselang 1 hari atau 2 hari setengah lingkar batang, denga sistem sadapan/rumus S2-D2 atau S2-D3
Pengolahan lateks sebagai berikut :
a.       Standar karet kebun diturunkan dari rata-rata 32% menjadi 16% dengan jalan memberi air yang bening atau yang bersih.
b.      Kemudian dicampur dengancuka/setiap 1 Kg karet kering 350 s/d 375 Cc larutan 1% cuka.
c.       Dibiarkan sampai beku.
d.      Kemudian digiling dalam gilingan polos dan kembang, kemudian direndam rata-rata 60 menit.
e.      Disadap selama 1 minggu
3.       Jelaskan menurut anda :
a.       Manfaat tanamab sawit..?
ü  Sebagai minyak nabati
ü  Dimanfaatkan sebagai mulsa atau kompos untuk tanaman kelapa sawit
ü  Menjadi media sumber pakan ternak
ü  Pembuatan papan partikel
b.      Syarat tumbuh tanaman sawit..?
ü  Curah hujan minimum 1000-1500 mm /tahun, terbagi merata sepanjang tahun.
ü  Suhu optimal 26°C.
ü  Kelembaban rata-rata 75 %.
ü  Dapat tumbuh pada bermacam-macam tanah, asalkan gembur, aerasi dan draenasenya baik, kaya akan humus dan tidak mempunyai lapisan padas.
ü  pH tanah antara 5,5 – 7,0.
c.       Budidaya tanaman sawit
ü  P E M B I B I T A N
a.       Pengecambahan Biji.
ü  Biji dipanaskan dalam germinator selama 60 hari dengan suhu tetap 39oC dan kadar air 18%.
ü  Kemudian biji direndam dalam air mengalir selama 6 hari, hingga kadar air naik menjadi 24%.
ü  selanjutnya biji dikeringkan selama 3 jam dalam ruangan yang teduh.
Biji dimasukkan dalam kantong plastik ukuran 38 x 39 cm sebanyak 500 biji, kemudian ditutup rapat
ü  Setelah 10-14 hari, biji mulai berkecambah.
ü  Biji yang belum berkecambah pada umur 30 hari dibuang saja.
ü  Kecambah yang tumbuh normal dan sehat, warnanya kekuning-kuningan, tumbuhnya lurus serta bakal daun dan bakal akarnya berlawanan arah.
b.      Persemaian dan Pembibitan
ü  Kecambah dipindahkan kekantong plastik ukuran 14 x 22 cm dengan tebal 0,08 mm.
ü  Isilah polybag dengan tanah lapisan atas yang dibersihkan dari kotoran dan dihancurkan sebelumnya.
ü  Lakukan penyiraman polybag sebelum penanaman kecambah dan selanjutnya pada setiap pagi dan sore setelah penanaman.
ü  Buatlah lobang tanam sedalam 3 cm.
ü  Buatlah naungan persemaian setinggi 2,5 m
ü  Setelah bibit berumur 3 bulan dipindahkan kedalam polybag yang besar dengan ukuran 40 x 50 cm, tebal 0,2 mm.

ü  PERSIAPAN LAHAN
ü  Lahan diolah sebaik mungkin, dibersihkan dari semak-semak dan rumput-rumput liar.
ü  Buatlah lobang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm atau 60 x 60 x 60 cm, 2 minggu sebelum tanam dengan jarak 9 x 9 x 9 m membentuk segitiga sama sisi.
ü  Tanah galian bagian atas dicampur dengan pupuk fosfat sebanyak 1 kg/lobang.
ü  Lobang tanam ditutup kembali dan jangan dipadatkan.

ü  P E N A N A M A N
ü  Masukkan bibit ke dalam lobang dengan hati-hati dan kantong plastik dibuka.
ü  Lobang ditimbun dengan tanah, tidak boleh diinjak-injak agar tidak terjadi kerusakan.
ü  Bibit yang tingginya lebih dari 150 cm, daunnya dipotong untuk mengurangi penguapan.
ü  Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan.

ü  PEMELIHARAAN TANAMAN
ü  Lakukan penyulaman untuk mengganti tanaman yang mati dengan tanaman baru yang seumur dengan tanaman yang mati.
ü  Cadangan bibit untuk penyulaman terus dipelihara sampai dengan umur 3 tahun dan selalu dipindahkan ke kantong plastik yang lebih besar.
ü  Penyiangan gulma dilakukan 1bulan sekali.
ü  Lakukan perawatan dan perbaikan parit drainage.
ü  Anjuran pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) .
ü   Sedangkan pemupukan Tanaman Menghasilkan (TM), kebutuhan pupuk berkisar antara 400 – 1000 kg N, P, K, Mg, Bo per Ha/tahun.
ü  Lakukan pemupukan 2 kali dalam satu tahun; pada awal dan akhir musim penghujan dengan cara menyebar merata di sekitar piringan tanaman.
ü  Hama-hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah Ulat Kantong; Metisaplama, Mahasena Coubessi dan Ulat Api; Thosea asigna, Setora nitens, Dasna trina. Sedangkan penyakitnya busuk tandan Marasmius sp.
ü  Hama ulat kantong dikendalikan dengan insektisida yang mengandung bahan aktif metamidofos 200/liter atau 600 g/liter, hama ulat api dengan insektisida yang mengandung bahan aktif permetrin 20 g/liter dan monokrotofos 600 g/lite.
ü  Potonglah daun yang sudah tua, agar penyebaran cahaya matahari lebih merata, mempermudah penyerbukan alami, memudahkan panen dan mengurangi penguapan.

ü  P A N E N
ü  Telah dapat menghasilkan pada umur 30 bulan setelah tanam.
ü  Jumlah pohon yang dapat dipanen per hektar sebanyak 60%.
ü  Dipilih tandan yang buahnya sudah masak dengan tanda adanya sejumlah buah merah yang jatuh (brondol ).
ü  Cara panen dengan memotong tandan buah.
ü  Pemanenan dilakukan 1 kali seminggu.

4.       Jelaskan menurut anda tentang pelaksanaan prtikum lapangan di Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kab. Sijunjung...?
Pratikum yang kita laksanakan di Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kab. Sijunjung sangat banyak bermanfaat bagi kami mahasiswa yang pergi ikut melaksanakan pratikum lapangan BDT perkebunan lanjut. Dimana kami di ajak langsung pratek cara okulasi karet, ciri-ciri tanaman yang sudah bisa untuk okulasi, dan masih banyak yang lain.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar